Welcome to Mahesa Jundulloh: Islami | Mahesa Jundulloh | Islam | Statistics

Quote

"A happiness is a simple thing to feel. It just needs your sincerity to all you have"
Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Thursday, July 6, 2017

NASYID COVER - MENANGIS KASIH (RAIHAN)

Nasyid Cover
Judul Nasyid: Menangis Kasih
Dipopulerkan oleh Raihan
Cover by me, Mahesa Jundulloh

Follow my IG: @mahesajundulloh



Tuesday, December 22, 2015

My Deep Prayer - Mahesa Jundulloh

This is my single nasyid song:
http://musikpositif.com/index.php?a=track&id=846

Nasyid Tittle: My Deep Prayer
Vocal: Hendra Prasetya (Mahesa Jundulloh)
Lyrics: Hendra Prasetya (Mahesa Jundulloh)
Composer: Hendra Prasetya (Mahesa Jundulloh)


Production House: Studio Bambu
Music Arranger: Diki (Fatih Nada)

Lagu ini merupakan single nasyid perdana dan mendapatkan penghargaan sebagai TOP 10 Soundtrack 'Ketika Mas Gagah Pergi' The Movie.

Monday, November 23, 2015

A Mother gives Interruption Gruffly to Obama's speech in front of media




A video about A Mother who gives Interruption Gruffly to Obama when he's delivering speech in front of media 

Two thumbs up for this Mom.

Saturday, November 21, 2015

Aksi Pria Ini Membuat Warga Perancis Menangis Setelah Tragedi Paris


Published on Nov 17, 2015
Aksi Pria Ini Membuat Warga Perancis menangis - Saya muslim Dan Saya Bukan Teroris,Jika Anda Percaya Saya Peluk Saya

 


PARIS - Sentimen negatif terhadap kaum Muslim paska teror Paris memacing inisiatif seorang pria Muslim Prancis. Dalam sebuah video yang dirilis oleh media Prancis, In The Now di Youtube, semalam, pria yang tidak diketahui namanya itu membuat sebuah aksi bernama "Peluk saya jika Anda percaya pada saya".

Pria tersebut melakukan aksinya di depan le Republice yang berada di pusat kota Paris. Sembari menutup metanya, pria itu menaruh dua buah poster yang berisi tulisan "Saya Muslim dan saya bukan teroris" dan "Saya percaya Anda, apakah Anda percaya saya? Jika percaya, peluk saya."

Tanpa diduga, ternyata banyak orang yang percaya terhadap pria Muslim tersebut. Satu persatu masyarakat Paris, baik pria ataupun wanita menghampiri pria tersebut dan memeluknya, bahkan tidak jarang ada yang menciumnya, sebagai tanda kasih.

Aksi pria itu tak ayal membuat warga Paris terharu. Terlebih saat ada dua orang gadis kulit hitam memeluk pria dengan perawakan Arab itu dengan sangat erat, sejumlah orang yang melihat hal tersebut menitikan air mata.

"Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah memeluk saya. Saya melakukan ini untuk menyampaikan pesan kepada semua orang, saya adalah seorang Muslim, tapi tidak serta merta itu menjadikan saya seorang teroris," ucap pria tersebut diakhir aksinya.

"Saya ingin mengatakan kepada Anda semua, Muslim bukan berarti teroris. Teroris adalah teroris, seseorang yang memiliki niat untuk membunuh orang lain tanpa dasar apapun. Seorang Muslim tidak akan melakukan itu, agama kami melarang hal itu," sambungnya.

Monday, November 16, 2015

Persembahan Nasyid dari Mahesa Jundulloh

 
1. TUJUH SURGA


 
2. KUN ANTA


 
 3. TEGAR


Klik link youtube-nya, play, like, dan tinggalkan comment 
sebagai bentuk dukungan dakwah melalui KARYA SASTRA dan SENI ISLAMI.
Semoga bermanfaat. Baarokallohu fiikum. 

Regards,
Mahesa Jundulloh
(Hendra P., S.Stat. ~ Peniti Syiar Islam dan Dakwah Medsos)

Blog: Mahesajundulloh.blogspot.com
Twitter: @mahesajundulloh


Wednesday, November 11, 2015

Assalamu'alayka (cover) by Mahesa Jundulloh



Vocal: Mahesa Jundulloh (Hendra P)
 This cover song is dedicated to our beloved prophet, Muhammad SAW. Praise be upon him.
Allohumma sholli 'ala Muhammad.

visit my blog: mahesajundulloh.blogspot.com
follow my twitter: @mahesajundulloh

Wednesday, October 28, 2015

Menghilangkan Sesuatu yang Mengganggu di Jalan adalah Sebab Meraih Ampunan


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَه

"Ketika seseorang berjalan di sebuah jalan, ia mendapati ranting pohon berduri di jalan tersebut, ia pun menyingkirkannya, maka Allah berterima kasih kepadanya, lalu mengampuninya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]

Tuesday, October 27, 2015

Catatan Hati Mutarobbi dan Murobbi

By Mahesa Jundulloh
(Hendra P)


Jakarta, 26 Oktober 2015


Seperti biasa setiap senin malam saya mengisi lingkaran kecil di apartment mahasiswa, kampus baru tempat saya berikhtiar...

Namanya juga apartment..
Semuanya begitu mewah..
Gedungnya menjulang tinggi...

Ada kolam renangnya, tempat bermain billiard, tempat fitness, tempat belajar mahasiswa, lapangan basket, ruang tunggu yang begitu nyaman hingga tempat anak2 bercengkerama..

Sebagian besar yang tinggal di sini adalah mahasiswa etnis sebelah... Dan semuanya adalah mahasiswa kampus saya..

Walau sudah beberapa kali ke sini, tapi masih saja terasa asing rasanya..

Sepulang kerja, selepas magrib, saya harus mencari tukang ojek.. Jaraknya tidak terlalu jauh sebenernya, tapi berhubung tidak ada angkot yang langsung ke lokasi, saya memilih ojek konvensional.. Kasihan dg mereka kalau pakai ojek Online terus...

Saturday, October 24, 2015

RENUNGAN PAGI 

Beginilah video tentang secuil kisah adik2 kecil kita di Syria..
Memunguti sisa roti di jalanan..


Saat ditanya, "pesan apa yang ingin kamu sampaikan pada dunia yang telah memisahkan kalian?"
Mereka menjawab, "Tidak ada... Mereka semua telah meninggalkan kita.. Tidak ada yang tinggal bersama kita"

Ya Rabb... Apa yang akan kami jawab kelak dihadapan-Mu saat mereka bertanya, "dimana umat muslim lain saat musibah menimpaku?"

Tuesday, October 13, 2015

Tilawah QS. Azzumar: 1-3 by Mahesa Jundulloh


تَنۡزِيۡلُ الۡكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الۡعَزِيۡزِ الۡحَكِيۡمِ‏ 
(39:1) The revelation of this Book is from Allah, the Most Mighty, the Most Wise.1
1. This is a brief introduction to the Surah which only stresses the point that the Quran is not Muhammad’s (peace be upon him) word, as the disbelievers assert, but it is Allah’s Word, which He Himself has sent down. Along with this, two of Allah's attributes have been mentioned to warn the listeners of two realities so that they do not underestimate this Word but understand its full importance: (1) That Allah Who has sent it down, is All-Mighty; that is, He is so powerful that no power can prevent His will and decisions from being enforced and none can dare resist Him in any way. (2) That He is All-wise; that is, the guidance He is giving in this Book, is wholly based on wisdom, and only an ignorant and foolish person can turn away from it. (For further explanation, see (E.N. 1 of Surah As-Sajdah).

Sunday, September 6, 2015

Siapa tahu pada siapa hidayah menyapa?


Abu Tholib
Umayyah bin Abi Salt

Salah dua contoh ORANG BAIK di jaman kerosulan yang berasal dr kaum Quraisy, tetapi hidayah pun tidak kunjung menyapa mereka..

Umayyah (bersifat terpuji, menghindarkan diri dari ritual2 jahiliyah, orang yang baik) yang selalu berharap dirinya menjadi Nabi.... Suatu ketika ia menghadap Nabi Muhammad SAW untuk menanyakan tentang deklarasinya sbg Rosululloh melalui syair-syair yang begitu indah, ROSUL SAW menjawabnya dengan melantunkan surah Yasin.. Setelah itu, umayyah pergi, merenung, dan mengakui kenabian ROSUL SAW.
Ia pun memutuskan hijrah ke Syam untuk melakukan perenungan.. Hingga pada satu ketika setelah perang Badar, ia memutuskan kembali ke Mekah untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Namun, di Mekah ketika dia tahu ada keluarganya yang meninggal dalam perang badar dan dikubur di sumur badar, ia pun lantas merasa sangat sedih berkepanjangan hingga ajal menjemputnya sebelum ia berucap syahadat..

Masya Allah...
Kadang ada rasa disayangkan..
Ketika ada Orang2 baik yang hampir saja masuk islam... Tapi tak sampai berucap syahadat, ia sudah dipanggil-Nya..

Begitulah hidayah..
Mutlak hanya Allah yang memiliki kuasa kepada siapa layak untuk menyapa.



 لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَىٰهُمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ ٱللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ 
 إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Artinya: "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)."
QS. Al-Baqarah [2] : 272 

Kita yang sudah mendapat hidayah, mari berdoa kepada Allah agar hingga akhir hayat kita. Iman, islam dan ihsan selalu bersama kita..

Yaa muqollibal qulub.. Tsabbit qulubana 'ala diinik...

Monday, July 13, 2015

Catatan Tausiyah - Aa Gym (mabit 27 Mei 2014)

 By Mahesa Jundulloh
 Ringkasan kajian bada subuh di Masjid Pondok Indah @ mabit 27 Mei 2014

1. Jika ada seseorang yang menghina, kita seharusnya bersyukur karena apa yang ia hinakan, tak ada apa-apanya dibandingkan dengan aib kita.. "Sabar dan ikhlas"

2. Segala sesuatu yang terjadi adalah sesuai ketetapan Alloh SWT. Semisal: virus MERS mematikan, tapi bukan berarti menyurutkan kita beribadah umroh atau haji. Bahwa segala makhluk itu tertunduk kepada Alloh SWT. Kita hendaknya berikhtiar agar kita bisa mendapat pertolongan Alloh untuk tidak terinfeksi Mers. Tak perlu takut.

3. Ajal itu sudah ada waktunya, tak mengenal syarat usia. Maka persiapkan yang terbaik dengan selalu melakukan hal terbaik yang di ridhoi Alloh SWT

4. Sebentar lagi Pilpres 2014. Alloh itu sudah tahu siapa yang akan menang pilpres. Itulah urusan Alloh yang menetapkan segala sesuatu dengan adil. Lalu, urusan kita adalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan tawakal. Ingat bahwa setiap tindakan kita akan kita pikul dan dipertanggunggjawabkan di hadapan Alloh, termasuk dalam memilih pemimpin. Saya pribadi (Aa) mendukung Jokowi untuk menyempurnakan tugasnya sebagai Gubernur DKI. Kita tak usah tegang dalam membela siapa pilihan kita, ikhtiar dan doa saja.

6. Tak ada satupun pendakwah yang bisa merubah orang lain kecuali Alloh. Semoga Alloh memberikan hidayah dan taufik kepada kita sebagai umat islam yang beriman.

7. Mendapatkan banyak sekali ujian itu artinya Alloh ingin kita naik kelas. Analoginya adalah seorang guru ketika membuat soal2 ujian untuk muridnya pastinya tidak seenak gurunya sendiri, semua terukur dan tak bertujuan untuk menjerumuskan muridnya.

8. Saat kita tertimpa banyak ujian, tetapi kita merasa beban berat. Artinya, pada saat itu kita masih berpegang kepada selain Alloh SWT.

#catatanku dengan sedikit penyesuaian redaksi

Salam,

Mahesa Jundulloh

KEDUDUKAN MASJID AL-AQSHA MENURUT AL-QUR’AN DAN AL-HADITS

Oleh : Ali Farkhan Tsani

 
 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Isra ayat pertama yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkantanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra / 17 : 1).

Berdasarkan ayat tersebut, Allah menempatkan Kedudukan Masjid Al-Aqsha sebagai :
1) Nama yang diberikan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
2) Merupakan tempat singgah Isra Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
3) Merupakan tempat yang diberkahi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

CARA MENDAPATKAN JODOH SECARA SYAR'I

Sumber: 15 Cara & Langkah Mendapatkan Jodoh, Drs. M. Thalib Al-Islam, Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
  

(I) Mengusulkan kepada Orang Tua

"Salah seorang di antara kedua wanita itu berkata, 'Ya Bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (kepada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik engkau ambil untuk bekerja (kepada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (Al-Qashash: 26).

Ayat di atas mengisahkan dua putrid Nabi Syuaib yang ditolong Musa saat memberi minum domba gembalannya di sebuah telaga. Telaga tersebut saat itu dipenuhi penggembala laki-laki yang menggiring dombanya untuk diberi minum. Setelah menerima pertolongan Musa, salah seorang putrid Nabi Syuaib mendapat kesan mendalam terhadapnya. Setiba di hadapan ayahnya dia menceritakan kejadian tersebut. Nabi Syuaib lalu meminta agar laki-laki yang menolongnya itu dipanggil. Setelah Musa menghadap Nabi Syuaib, salah seorang putrinya mengusulkan agar ayahnya mempekerjakan pemuda ini karena seorang yang kuat lagi jujur.

Friday, July 10, 2015

MUI Pusat Terbitkan Buku tentang Kesesatan Syiah




MUI Pusat Terbitkan Buku tentang Kesesatan Syiah Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”
 
Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.

Saturday, May 30, 2015

Air Mata Rosululloh SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku…?"
"Tak tahulah ayahku, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi-bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang."Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah.

Ukhuwah Islamiyah Begitu Indah Berbau Surga


 ~sebuah kisah nyata~

By Mahesa Jundulloh 
Kamis, 27 November 2014

Tersebutlah seorang pemuda, anggap saja bernama akh Parlan. Usianya masih belia. Tak ada yang berbeda dengan kebanyakan anak muda Jakarta. Tampilannya masih seperti mahasiswa, tapi tampilan bisa saja menipu bukan? Kadang dan kerapkali dia memakai celana jeans dan mengenakan tas ransel hitam.

Waktu menunjukan pukul tujuh malam. Akh Parlan rupanya baru pulang dari sebuah kampus ternama, kampus perjuangan di kota Depok. Usut punya usut ia baru saja selesai menghadiri acara talkshow dengan Pembicara Ustadz Efendi Antar, Lc (Ketua Badan Perwakilan Tahfidz Al Qur'an Internasional di Indonesia) dan Ustadzah Sarmini, Lc (Doktor, alumnus International University of Africa dan penulis buku "Alhamdulillah Balitaku Khatam Qur'an").

Ternyata kondisi fisiknya yang masih lunglai akibat sakit tak menyurutkan langkahnya untuk beranjak dari pembaringannya menuju tempat menuntut ilmu. Ilmu yang benar-benar sedang ia azamkan untuk dapat dihimpun, dipelajari dan diterapkan, yakni ilmu tentang mengapa seorang muslim harus banyak berinteraksi dengan Al Qur'an.

Sebagai pengguna setia moda transportasi umum, akh Parlan ini merasa menikmatinya. Bukan hanya agar ia punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang lain dan mempelajari bagaimana seharusnya bermuamalah, dia selalu ingin menemukan banyak momen yang penuh ibroh yang bisa ia jadikan inspirasi tulisan atau bahkan agar waktu perjalanannya dapat ia gunakan untuk menghafal atau membaca Al Qur’an atau kitab lainnya.

Wednesday, May 27, 2015

ODAMINOA, Komunitas Penghafal Al Quran di Grup Whatsapp


Latar Belakang ODAMINOA

Menjadi seorang Hafidz atau Hafidzah Al Qur`an mungkin dirasa hanya impian belaka terutama bagi muslimin atau muslimah yang tidak ada background pendidikan dari lembaga Tahfidz Qur`an, dari keluarga yang kurang berinteraksi dengan Al Qur`an, atau bahkan bagi mereka yang sudah berusia tak lagi remaja sehingga dirasa terlambat untuk menghafal Al Qur`an. Belum lagi ketakutan-ketakutan yang bergelayut di alam bawah sadar seperti keyakinan absurd bahwa menghafal Al Qur`an adalah hal yang sangat sulit dilakukan ditengah aktivitas yang begitu padat atau ketakutan bahwa seorang hafidz Al Qur`an mempunyai tanggung jawab berat yang harus dipikul hingga kelak di hadapan Allah SWT.

Tema postingan apa yang perlu diperbanyak?