Welcome to Mahesa Jundulloh: Tausiyah | Mahesa Jundulloh | Islam | Statistics

Quote

"A happiness is a simple thing to feel. It just needs your sincerity to all you have"
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

Tuesday, March 22, 2016

Fokuslah Beramal Shalih Dilandasi Keimanan

Guratan malamku menjelang tidur, edisi hari yang banyak hikmah ini..

Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk bernafas, membuka mata, menggerakkan jari, dan membuat tulisan sederhana ini..

Ini kisah curhatan adik binaanku malam ini.. Bagaimana ia menceritakan ketidaknyamanannya berkuliah di lingkungan "sangat berbeda" dan baru ia temui kali ini. Mungkin apa yang ia rasakan sama dengan apa yang saya rasakan saat pertama menginjak di kampus ini..

Asing.. Tak banyak sahabat satu perjuangan seperti dulu.. Tak jarang merasa kesepian dengan sapaan "akh"..

Ya, benar.. Saya pernah merasakan itu.. Dan mungkin apa yang adiku ini rasakan jg begitu..
Belum pun ia menemukan titik nyaman dengan jurusan yang diambil di bidang IT, ia mau tak mau harus berhadapan dengan rekanan yang tak senada dalam banyak hal..

Caraku menguatkan hanya dengan meyakinkannya bahwa kita hidup tidak untuk membuat orang lain sama dengan kita.. Atau agar semua menyukai kita.. Bahkan untuk mengikuti segala kebaikan yang kita tebarkan..

Ketenangan itu datang dari hati yang Ridho atas segala keadaan. Hati yang selalu terpaut dengan Pemilik Hati..

Cukuplah Allah SWT Ridho dengan hidup dan mati kelak kita.. Tiada perlu kita berharap pilu akan harapan semu dari makhluk yang sama lemahnya dengan kita..

Biar kita dipandang sebelah mata... Asal Allah SWT Ridho akan hidup kita, maka itu sudah cukup bagi kita..

Teruslah teguh beriman dan beramal sholih seikhlas mungkin.. tiada peduli adanya pujian dan cacian..

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. Al-Qadr: 7)

Wednesday, October 28, 2015

Menghilangkan Sesuatu yang Mengganggu di Jalan adalah Sebab Meraih Ampunan


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَه

"Ketika seseorang berjalan di sebuah jalan, ia mendapati ranting pohon berduri di jalan tersebut, ia pun menyingkirkannya, maka Allah berterima kasih kepadanya, lalu mengampuninya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]

DELAYING GRATIFICATION

By Mahesa Jundulloh

Dikutip dari tulisan: dr. Gamal Albinsaid
Semoga menginspirasi dan manfaat


Hari minggu malam kemarin, saya perjalanan pulang dari acara seminar United Nation dimana saya diminta membahas fundraising strategy. Saya bertemu seorang pemuda berusia 23 tahun yang tengah merintis sebuah bisnis. Tahun 2002 ia menjadi anak yatim yang mengaharuskannya pindah ke kota Malang dan belajar di Pondok. Bahkan ia sempat tinggal dipanti asuhan. Maklumlah selepas SMA ia harus langsung bekerja.

Sempat 4 tahun menjadi karyawan dan 2 kali berhenti kerja, lalu mulai kuliah ditengah pekerjaan, kini mantan bosnya adalah rival usaha yang sudah dikalahkannya dalam persaingan usahanya. Sebuah perjalanan cepat dan mengagumkan dari seorang pemuda, selalu menjadi rasa yang mempesona bagi saya. Ia mengingatkan saya sebuah teori yang lahir 50 tahun yang lalu. Delaying gratification. Tatkala sekelompok anak diberikan permen dan mereka dijanjikan akan mendapatkan permen lebih jika sedikit bersabar menunda makan permen. Apa yang terjadi? Sebagian besar dari meraka tak mampu bersabar sejenak untuk merasakan lebih banyak permen.

Bagi saya teori itu sudah lahir lebih dari 1.400 tahun lalu tatkala kita diajarkan berpuasa. Sadarkah kita buka puasa begitu lezat dibanding makan malam biasa karena diawali tak makan lebih dari 12 jam. Teori ini bisa kita implementasi pada berbagai bidang kehidupan untuk menjadi kunci memberhasilkan. Bagi saya pengusaha adalah orang yang mau melakukan sesuatu yang orang lain tak mau lakukan untuk merasakan sesuatu yang orang lain tak mampu rasakan.

Tuesday, October 27, 2015

Catatan Hati Mutarobbi dan Murobbi

By Mahesa Jundulloh
(Hendra P)


Jakarta, 26 Oktober 2015


Seperti biasa setiap senin malam saya mengisi lingkaran kecil di apartment mahasiswa, kampus baru tempat saya berikhtiar...

Namanya juga apartment..
Semuanya begitu mewah..
Gedungnya menjulang tinggi...

Ada kolam renangnya, tempat bermain billiard, tempat fitness, tempat belajar mahasiswa, lapangan basket, ruang tunggu yang begitu nyaman hingga tempat anak2 bercengkerama..

Sebagian besar yang tinggal di sini adalah mahasiswa etnis sebelah... Dan semuanya adalah mahasiswa kampus saya..

Walau sudah beberapa kali ke sini, tapi masih saja terasa asing rasanya..

Sepulang kerja, selepas magrib, saya harus mencari tukang ojek.. Jaraknya tidak terlalu jauh sebenernya, tapi berhubung tidak ada angkot yang langsung ke lokasi, saya memilih ojek konvensional.. Kasihan dg mereka kalau pakai ojek Online terus...

Saturday, October 24, 2015

RENUNGAN PAGI 

Beginilah video tentang secuil kisah adik2 kecil kita di Syria..
Memunguti sisa roti di jalanan..


Saat ditanya, "pesan apa yang ingin kamu sampaikan pada dunia yang telah memisahkan kalian?"
Mereka menjawab, "Tidak ada... Mereka semua telah meninggalkan kita.. Tidak ada yang tinggal bersama kita"

Ya Rabb... Apa yang akan kami jawab kelak dihadapan-Mu saat mereka bertanya, "dimana umat muslim lain saat musibah menimpaku?"

Tuesday, October 13, 2015

Ditujukan buat para istri yang juga menjabat sebagai menantu....

Sumber tulisan:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200687871556075&set=a.3279975895136.1073741825.1739728119&type=1&fref=nf&pnref=story


Seburuk apapun mertua.. 
Aku selalu ingat bahwa..
Dia..adalah wanita yg mngandung suamiku dalam kepayahan selama 9bln..
Dia..adalah wanita yg air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku..
Dia..ialah wanita yg mendidik dan membesarkan suamiku, yg mngajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku.
Aku..ga pernah keluar uang sepeserpun untuk nyekolahin suamiku.. hingga ia dapat ijazah, yg sekarang ijazah itu ia gunakan utk mencari nafkah..untuk menafkahi aku!!
Aku..ga sedikitpun mendidik suamiku hingga kini ia jadi pria yg penuh tanggungjawab.. dan aku merasakan bahagia menjadi istrinya.

Tuesday, October 6, 2015

UNTUKMU SANG MUROBBI


Ditulis oleh: Hendra P (Mahesa Jundulloh)
Blog: mahesajundulloh.blogspot.com

Agenda mentoring serempak ke-2 untuk mahasiswa baru pada Ahad lalu diisi dengan nonton film "Sang Murobbi" bersama. Agak berbeda memang dengan Mentoring ke-1 dua pekan lalu yang diisi Cyber Motivation. 

Agenda dimulai dengan briefing pagi dari pembina untuk para mentor. Setelah itu baru dilanjutkan dengan agenda menonton film "Sang Murobbi" dan mentoring. 

Ada satu cerita menarik yang semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita. Berikut ceritanya. 

Di kampus ini hampir semua mahasiswa berasal dari keluarga berada memang. Gadget mereka saja saya perhatikan bermerk "gambar apel dengan sedikit gigitan". Mahasiswa, baik mahasiswa baru maupun senior, ke kampus pun banyak sekali yang bermobil. Jarang yang mengenal "angkot". Belum lagi tidak terbayang mahalnya biaya pendidikan di kampus ini

Salah satu peserta mahasiswa baru muslim yang alhamdulillah mau ikut Mentoring, anggap saja bernama dik Fulan, juga sama. Dia berasal dr salah satu sekolah negeri di Jakarta. Ayahnya saat ini menetap di Hong Kong, bekerja di salah satu Bank BUMN dan mendapat tugas penempatan di sana. Dik Fulan tinggal di salah satu bangunan semacam apartemen mahasiswa mewah yang disediakan kampus. Saya coba bandingkan, mungkin biaya kumulatif 2 tahun untuk kosan di Bogor setara dengan biaya bulanan untuk sewa tinggal di situ.

Sebelum acara Mentoring dimulai, para mentor mengikuti briefing terlebih dahulu oleh pembina (Pak R. Saleh) dan juga oleh saya. Kami membuat lingkaran kecil di bagian kiri Musholla. Sebenarnya apa yang disampaikan Pak Saleh dalam briefing sudah cukup membangunkan gelora dakwah. Apa yang Beliau sampaikan adalah tentang niat dan reorientasi menjadi mentor. Tujuannya untuk membangkitkan semangat mereka yang sepertinya sudah mulai kendor. 

Saya tak kuasa sebetulnya ketika diberi kesempatan oleh Pak Saleh untuk memberikan sedikit pengantar dalam briefing itu. Sudah cukup rasanya apa yang beliau sampaikan menjadi pengingat para mentor.
Saat kalimat pertama keluar dr lisan saya, air mata saya sudah berlinang dan jatuh dari pelupuk mata. Sebetulnya malu harus menangis di depan mereka. Sudah coba saya, tapi akhirnya tak terbendung juga. Salah satu mentor yang hadir juga turut berderai air mata. Kami larut dalam keharuan.

Saat itu yang saya bayangkan adalah sosok seorang murobbi yang sampai sekarang masih melekat betul di ingatan saya. Murobbi saya saat di Bogor, dimasa-masa awal saya mengenal tarbiyah. Lebih tepatnya saat saya masih tingkat2 awal kuliah. Sebut saja Beliau adalah ustadz Nurhalim, Lc. Beliau saat ini sedang melanjutkan pendidikan di negeri 2 Benua.

Thursday, September 17, 2015

Prayer of the Day

Begitu banyak kenikmatan yang Engkau beri ya Rabb.... 
Tapi sangat sedikit yang hamba syukuri... 
Ya Illahi Rabbi, aku bersimbah sujud di hadapan-Mu... 
Perkenankan hamba meresapi setiap makna illahiah dalam hati hamba... 
Jikalau semua titian kehidupan yang pernah hamba toreh ternyata cacat di mata-Mu, maka ampuni hamba ya Rabb....... 
Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun.... 
Allohu Ghaffur


Sunday, September 6, 2015

Siapa tahu pada siapa hidayah menyapa?


Abu Tholib
Umayyah bin Abi Salt

Salah dua contoh ORANG BAIK di jaman kerosulan yang berasal dr kaum Quraisy, tetapi hidayah pun tidak kunjung menyapa mereka..

Umayyah (bersifat terpuji, menghindarkan diri dari ritual2 jahiliyah, orang yang baik) yang selalu berharap dirinya menjadi Nabi.... Suatu ketika ia menghadap Nabi Muhammad SAW untuk menanyakan tentang deklarasinya sbg Rosululloh melalui syair-syair yang begitu indah, ROSUL SAW menjawabnya dengan melantunkan surah Yasin.. Setelah itu, umayyah pergi, merenung, dan mengakui kenabian ROSUL SAW.
Ia pun memutuskan hijrah ke Syam untuk melakukan perenungan.. Hingga pada satu ketika setelah perang Badar, ia memutuskan kembali ke Mekah untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Namun, di Mekah ketika dia tahu ada keluarganya yang meninggal dalam perang badar dan dikubur di sumur badar, ia pun lantas merasa sangat sedih berkepanjangan hingga ajal menjemputnya sebelum ia berucap syahadat..

Masya Allah...
Kadang ada rasa disayangkan..
Ketika ada Orang2 baik yang hampir saja masuk islam... Tapi tak sampai berucap syahadat, ia sudah dipanggil-Nya..

Begitulah hidayah..
Mutlak hanya Allah yang memiliki kuasa kepada siapa layak untuk menyapa.



 لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَىٰهُمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ ٱللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ 
 إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Artinya: "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)."
QS. Al-Baqarah [2] : 272 

Kita yang sudah mendapat hidayah, mari berdoa kepada Allah agar hingga akhir hayat kita. Iman, islam dan ihsan selalu bersama kita..

Yaa muqollibal qulub.. Tsabbit qulubana 'ala diinik...

Saturday, September 5, 2015

Keep dreaming high!

"Usia 30 ingin selesai doktor (pakai beasiswa) dan bisa selesai hafalan 30 juz. Lalu menjadi dosen tetap di perguruan tinggi sambil mengajar Tahfidz Qur'an... Aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan.. Mempunyai rumah yang nyaman dan bisa mendirikan bisnis dengan rekayasa sosial yang bermanfaat untuk umat... Mohon bantuan untuk didoakan ya..."

Pada 5 September 2015 dengan memberanikan diri, saya update status untaian doa seperti di atas melalui facebook account saya.

Bukan karena riya.. bukan.. bukan itu..

Lagi pula itu jika melihat judulnya, saya belum melakukan itu semua..
Itu hanyalah sekelumit cita saya yang ingin sekali saya gapai...
Satu kalimat di akhir pun sebetulnya itu yang menjadi alasan saya melakukan update status itu..

Benar.. saya ingin didoakan oleh saudara-saudara seiman saya agar turut mengaminkan apa yang menjadi doa saya.. Hanya itu!!

Sementara masalah apa yang menjadi cita saya, semoga ALLAH SWT membimbing saya agar menempatkan "harapan akan kerifhoan-Nya" sebagai arah tujuan.. Aamiin ya mujibassailim...

Lalu, apa itu riya?


Riya berasal dari kata ru’yah (penglihatan) sebagaimana sum’ah berasal dari kata sam’u (pendengaran) dari sekedar makna bahasa ini bisa difahami bahwa riya adalah ingin diperhatikan atau dilihat orang lain. Dan para ulama mendefiniskan riya adalah menginginkan kedudukan dan posisi di hati manusia dengan memperlihatkan berbagai kebaikan kepada mereka.

Monday, July 13, 2015

Catatan Tausiyah - Aa Gym (mabit 27 Mei 2014)

 By Mahesa Jundulloh
 Ringkasan kajian bada subuh di Masjid Pondok Indah @ mabit 27 Mei 2014

1. Jika ada seseorang yang menghina, kita seharusnya bersyukur karena apa yang ia hinakan, tak ada apa-apanya dibandingkan dengan aib kita.. "Sabar dan ikhlas"

2. Segala sesuatu yang terjadi adalah sesuai ketetapan Alloh SWT. Semisal: virus MERS mematikan, tapi bukan berarti menyurutkan kita beribadah umroh atau haji. Bahwa segala makhluk itu tertunduk kepada Alloh SWT. Kita hendaknya berikhtiar agar kita bisa mendapat pertolongan Alloh untuk tidak terinfeksi Mers. Tak perlu takut.

3. Ajal itu sudah ada waktunya, tak mengenal syarat usia. Maka persiapkan yang terbaik dengan selalu melakukan hal terbaik yang di ridhoi Alloh SWT

4. Sebentar lagi Pilpres 2014. Alloh itu sudah tahu siapa yang akan menang pilpres. Itulah urusan Alloh yang menetapkan segala sesuatu dengan adil. Lalu, urusan kita adalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan tawakal. Ingat bahwa setiap tindakan kita akan kita pikul dan dipertanggunggjawabkan di hadapan Alloh, termasuk dalam memilih pemimpin. Saya pribadi (Aa) mendukung Jokowi untuk menyempurnakan tugasnya sebagai Gubernur DKI. Kita tak usah tegang dalam membela siapa pilihan kita, ikhtiar dan doa saja.

6. Tak ada satupun pendakwah yang bisa merubah orang lain kecuali Alloh. Semoga Alloh memberikan hidayah dan taufik kepada kita sebagai umat islam yang beriman.

7. Mendapatkan banyak sekali ujian itu artinya Alloh ingin kita naik kelas. Analoginya adalah seorang guru ketika membuat soal2 ujian untuk muridnya pastinya tidak seenak gurunya sendiri, semua terukur dan tak bertujuan untuk menjerumuskan muridnya.

8. Saat kita tertimpa banyak ujian, tetapi kita merasa beban berat. Artinya, pada saat itu kita masih berpegang kepada selain Alloh SWT.

#catatanku dengan sedikit penyesuaian redaksi

Salam,

Mahesa Jundulloh

KEDUDUKAN MASJID AL-AQSHA MENURUT AL-QUR’AN DAN AL-HADITS

Oleh : Ali Farkhan Tsani

 
 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Isra ayat pertama yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkantanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra / 17 : 1).

Berdasarkan ayat tersebut, Allah menempatkan Kedudukan Masjid Al-Aqsha sebagai :
1) Nama yang diberikan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
2) Merupakan tempat singgah Isra Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
3) Merupakan tempat yang diberkahi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Friday, July 10, 2015

MUI Pusat Terbitkan Buku tentang Kesesatan Syiah




MUI Pusat Terbitkan Buku tentang Kesesatan Syiah Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”
 
Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.

Jangan Bersedih #AkuSudahHijrah


Aku takkan mungkin bisa mengembalikan sungai ke mata airnya. Kita tak mungkin bisa mengembalikan matahari ke tempat terbitnya. Dan kita juga tak mungkin bisa mengembalikan bayi ke perut ibunya. Apalagi berusaha menjernihkan sesuatu yang keruh yang telah terjadi di masa lampau.

Jika kita terus berkutat dengan peristiwa masa lalu niscaya kita akan terlempar dalam jurang penderitaan. Larut dalam kepedihan masa lalu hanya akan merugikan waktumu yang sekarang dan yang akan datang.

Tenggelam dalam kesedihan hanya akan memporak-porandakan segala kemampuan yang engkau miliki. Waktumu akan terbuang percuma, semangatmu akan lemah dan masa depanmu terancam.
Peristiwa masa lalu hanya perlu kita jadikan pelajaran, bukan sebagai racun yang mematikan.

Karena itu, ketika menyebutkan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh umat-umat terdahulu Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan:
"Itu adalah umat yang telah lalu. Baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan. dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al - Baqarah : 141)


Wednesday, July 8, 2015

I' T I K A A F

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas  حفظه الله

☑ DEFINISI I'TIKAAF

I’tikaaf berasal dari kata:

 عَكَفَ – يَعْكُفُ – عُكُوْفًا.

Kemudian disebut dengan i’tikaaf:

اِعْتَكَفَ – يَعْتَكِفُ – إِعْتِكَافًا .

I’tikaaf menurut bahasa ialah: “Menetapi sesuatu dan menahan diri padanya, baik sesuatu berupa kebaikan atau kejahatan.”

I'tikaaf berarti: "Tekun dalam melakukan sesuatu. Karena itu, orang yang tinggal di masjid dan melakukan ibadah disana, disebut mu'takif atau 'aakif".[1]

Sedangkan arti i'tikaaf menurut istilah syara' ialah: "Seseorang tinggal/menetap di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan sifat/ciri tertentu"[2]


Saturday, May 30, 2015

Air Mata Rosululloh SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku…?"
"Tak tahulah ayahku, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi-bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang."Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah.

Ukhuwah Islamiyah Begitu Indah Berbau Surga


 ~sebuah kisah nyata~

By Mahesa Jundulloh 
Kamis, 27 November 2014

Tersebutlah seorang pemuda, anggap saja bernama akh Parlan. Usianya masih belia. Tak ada yang berbeda dengan kebanyakan anak muda Jakarta. Tampilannya masih seperti mahasiswa, tapi tampilan bisa saja menipu bukan? Kadang dan kerapkali dia memakai celana jeans dan mengenakan tas ransel hitam.

Waktu menunjukan pukul tujuh malam. Akh Parlan rupanya baru pulang dari sebuah kampus ternama, kampus perjuangan di kota Depok. Usut punya usut ia baru saja selesai menghadiri acara talkshow dengan Pembicara Ustadz Efendi Antar, Lc (Ketua Badan Perwakilan Tahfidz Al Qur'an Internasional di Indonesia) dan Ustadzah Sarmini, Lc (Doktor, alumnus International University of Africa dan penulis buku "Alhamdulillah Balitaku Khatam Qur'an").

Ternyata kondisi fisiknya yang masih lunglai akibat sakit tak menyurutkan langkahnya untuk beranjak dari pembaringannya menuju tempat menuntut ilmu. Ilmu yang benar-benar sedang ia azamkan untuk dapat dihimpun, dipelajari dan diterapkan, yakni ilmu tentang mengapa seorang muslim harus banyak berinteraksi dengan Al Qur'an.

Sebagai pengguna setia moda transportasi umum, akh Parlan ini merasa menikmatinya. Bukan hanya agar ia punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang lain dan mempelajari bagaimana seharusnya bermuamalah, dia selalu ingin menemukan banyak momen yang penuh ibroh yang bisa ia jadikan inspirasi tulisan atau bahkan agar waktu perjalanannya dapat ia gunakan untuk menghafal atau membaca Al Qur’an atau kitab lainnya.

Wednesday, May 27, 2015

Kisah Abdillah Onim, Bukti Nyata Pertolongan Allah untuk Relawan Indonesia di Palestina

Tak sengaja pada 23 November 2014 malam, pukul 21:57 waktu Indonesia, atau 17.00 waktu Palestina, penulis mendengarkan siaran radio di channel *** FM Jakarta. Siaran yang tengah berlangsung adalah live Interview bersama seorang mujahid asal Indonesia, Abdillah Onim.

Ya benar. Adillah Onim. Jurnalis asal bumi pertiwi yang menafkahkan jiwanya di negeri jihad, negeri yang diberkahi Allah SWT, negeri bersejarah nan suci  bagi umat muslim, negeri Palestina. Sebagian dari kita mungkin sudah mengetahui bahwa beliau hingga detik ini masih gigih mendedikasikan dirinya menjadi uluran tangan bangsa Indonesia untuk menghimpun informasi terkini dari Palestina.

Dalam live interview kali ini, penulis mencoba mengutip salah satu cerita sarat makna yang beliau sampaikan. Sebuah cerita yang makin memantapkan keyakinan kita akan firman Allah seperti yang termaktub dalam Al Quran, Surah Muhammad ayat 7 yang berbunyi,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

Tema postingan apa yang perlu diperbanyak?